Atap Bitumen

APA ITU ATAP BITUMEN ?

Aspal (bitumen) adalah bahan hidrokarbon cair dan kental hasil pengolahan minyak bumi. Aspal berwarna hitam kecoklatan, bersifat melekat (adhesif), tahan air, serta viskoelastis (kental atau liat dan elastis). Aspal dimanfaatkan dalam banyak hal, diantaranya dalam pembuatan genteng.

Atap bitumen berbeda dengan jenis genteng tanah liat biasa. Dari segi material saja atap bitumen sudah terbuat dari aspal atau bitumen yang kemudian dicampur dengan fiberglass, alga coating dan pasir batu. Jenis atap bitumen mungkin juga Anda kenal dengan nama atap yang disiram aspal. Asal muasal jenis atap bitumen sebenarnya berasal dari Amerika Serikat, ketika atap bitumen mulai dikenal pada tahun 1904.

Genteng aspal atau sering disebut genteng bitumen terbuat dari campuran aspal dan bahan lain, seperti serat organik, bubur kertas, resin, dan sebagainya. Aspal sebagai bahan utama genteng berperan menciptakan sifat anti air (waterproofing) dan elastis atau lentur. Genteng aspal diproduksi dengan tebal ±2-3 mm; bentuknya datar berupa tile dengan variasi ukuran seperti 28×100 cm dan 30×100 cm. Ada juga jenis lembaran bergelombang, misalnya ukuran 95×200 cm.

Genteng Aspal ini pertama kali diperkenalkan di Negeri Paman Sam, yaitu Amerika Serikat pada 1904. Waduh, sudah lama sekali ada, ya? Genteng ini dibuat dari serat kayu/selulosa dan aspal dengan proses pemanasan suhu tinggi sehingga didapatkan genteng aspal yang lentur tetapi kuat. Bagian atasnya dilapisi resin bertekstur sehingga tidak licin saat diinjak.

Selain penggunaan penutup atap yang sudah umum, seperti genteng tanah liat, keramik, dan metal, adakah klien Anda yang tertarik dengan genteng aspal? Material ini semakin banyak diminati karena berbagai keunggulannya.

Genteng aspal dapat digunakan pada hampir seluruh jenis rangka atap, baik yang terbuat dari kayu, baja ringan, maupun beton. Selain itu, genteng aspal dipasarkan dengan berbagai macam warna menarik, sehingga semakin banyak diminati.

Tabel Berat Dan Jenis Atap

Dan ini adalah Tabel Berat dan Jenis Atap yang beredar di seluruh indonesia.

Gimana ? Banyak sekali bukan jenis, Ukuran dan berat dari setiap masing-masing Atap yang ada. Jika kamu kebingungan atau sudah biasa menggunakan Atap tertentu. Maka itu akan lebih mudah lagi. Hanya tinggal berkonsultasi kepada Distributor Resmi yang menyediakan Atap dengan standar SNI tentunya. Kami sebagai distributor siap membantu anda menyediakan berbagai macam kebutuhan konstruksi bangunan anda. 

Berbagai platform yang bisa anda gunakan untuk berkomunikasi dengan kami. Bisa Melalui Email, Whatsapp dan Telepon langsung. Atau ketemuan saja di outlet kami duniabajakomsen.com kami siap membantu anda.

Keunggulan Genteng Bitumen (Aspal)

Meskipun harganya relatif lebih mahal, genteng aspal memiliki berbagai keunggulan. Berikut keunggulan yang membuat genteng ini semakin populer dan digemari.

  • Fleksibel untuk berbagai bentuk atap

Plastisitas atau kelenturannya membuat genteng aspal relatif fleksibel untuk dipasang pada berbagai bentuk atau model atap, baik yang berkemiringan landai maupun curam. Bahkan dapat diterapkan pada atap kubah, kerucut, dan atap tegak lurus (90˚). Genteng aspal juga mudah dipotong untuk penyesuaian ukuran maupun bentuk.

  • Tahan api, rayap, jamur dan anti korosi

Genteng aspal memiliki ketahanan terhadap api, juga anti rayap serta anti korosi dan tidak membusuk. Genteng juga dilapisi bahan khusus sehingga tahan jamur dan warnanya tidak mudah pudar.

  • Tahan terhadap perubahan cuaca

Genteng aspal tahan terhadap terik matahari dan sinar UV. Sifat anti air yang relatif tinggi juga membuatnya tahan terhadap curah hujan dan kelembaban tinggi. Saat hujan deras tidak menimbulkan suara berisik karena genteng kedap suara. Genteng aspal juga mampu menahan tekanan angin dan tidak mengumpulkan listrik statis.

  • Indah dan bersifat dekoratif

Genteng aspal diproduksi dalam beragam bentuk dan warna. Jadi ganteng ini juga bersifat dekoratif dan memiliki nilai estetis yang tinggi. Bentuk tile geometris, seperti segi empat, segitiga, heksagonal, dan oval; bahkan ada juga bentuk sisik. Ragam warnanya antara lain hitam keabu-abuan, hitam kecoklatan, merah, terakota, dan hijau. Permukaannya yang dilapisi granule (batu alam) memiliki tekstur yang menarik.

  • Relatif ringan dan mudah dipasang

Genteng aspal lebih ringan dibandingkan genteng tanah liat ataupun keramik. Dengan demikian distribusi ke atas bangunan relatif lebih mudah. Selain itu pemasangannya juga relatif mudah dan tidak memerlukan keterampilan khusus, meskipun tetap memerlukan peralatan yang tepat agar didapatkan hasil terbaik.

Meski memiliki banyak kelebihan, genteng aspal juga punya kelemahan. Berbeda dengan genteng tanah liat atau keramik, genteng aspal dipasang sangat rapat tanpa menyediakan celah sedikit pun. Jadi, tidak ada sirkulasi udara sama sekali melalui bidang atap yang dapat meminimalkan panas ruang dalam. Genteng aspal juga relatif tidak kuat menahan beban berat, dan perawatannya (pembersihan) harus dilakukan secara hati-hati. Selain itu kerusakan ataupun kebocoran tidak mudah terdeteksi karena harus memeriksa material pendukungnya.

Kelemahan Atap Bitumen

  • Biaya perbaikan lumayan mahal. 

Ketika terjadi kerusakan maka harus diperbaiki. Dan sayangnya atap bitumen membutuhkan tukang khusus ketika terjadi kerusakan. Inilah yang membuat biaya perbaikan menjadi lebih mahal.

  • Instalasi tidak mudah. 

Salah satu kelebihan instalasi bitumen memang dikatakan sangat mudah. Tapi ternyata untuk ukuran tukang biasa memang tidak mungkin. Untuk hasil yang tepat dan memuaskan sebaiknya menggunakan jasa instalasi bitumen khusus yang sudah berpengalaman.

Pemasangan Genteng Aspal

Sebagaimana disinggung di atas, pemasangan genteng aspal (bitumen) relatif mudah. Meskipun demikian tetap saja harus memperhatikan petunjuk produsen dan menggunakan peralatan yang tepat untuk hasil terbaik. Berikut prinsip dasar pemasangan genteng aspal.

  • Siapkan bahan utama berupa genteng aspal (pilih sesuai selera); bahan pendukung atau landasan berupa multipleks (minimal 9 mm) atau papan fiber semen (GRC); pelapis anti bocor (waterproofing underlayer); pelindung landasan atap (flashing); lem bitumen dan sekrup atau paku. Perkakasnya: meteran, pensil, palu atau nail gun), gergaji, dan cutter.
  • Pastikan reng sebagai rangka atap teratas sudah terpasang dengan baik. Antara reng satu dan yang lain (as-as) berikan jarak maksimal ±40,5 cm.
  • Selanjutnya di atas reng dipasang material pendukung atau landasan berupa multipleks atau papan fiber semen. Pasang secara tumpang tindih dari bawah (lisplang) ke atas dengan jarak overlap ±10 cm. Gunakan paku atau sekrup untuk mengikat multipleks pada reng.
  • Pasang bahan pelindung (flashing) pada tepi bawah multipleks dan sisi-sisi yang bertemu sopi-sopi. Tujuannya agar multipleks terlindung dari pengaruh air dan tidak mudah rusak.
  • Di atas bahan pendukung kemudian dipasang pelapis antibocor secara overlap, dimulai dari jurai dalam. Jenis bahan dan cara pemasangannya disesuaikan kemiringan atap.
  • Terakhir, disusun lembaran atap aspal. Pemasangan dimulai dari jurai dalam dan bagian terbawah (starter) dan tepi menuju ke atas secara tumpang tindih (overlap hingga 60% atau sesuai tanda pada lembaran). Untuk jurai dalam bisa juga dipasang mengikuti susunan atap dengan model anyaman. Bagian terakhir yang dipasang adalah bubungan dan jurai luar. Untuk ikatan dikombinasikan paku dan lem (atau bahan adhesive pada lembaran atap).

Demikianlah artikel tentang berbagai jenis desain atap yang umumnya diaplikasikan dalam konstruksi bangunan gedung dan rumah serta berbagai jenis bahan/material yang dapat digunakan sebagai penutup atap rumah. Dengan mengetahui seluk beluk tentang atap rumah, anda dapat memilih dan mengaplikasikan yang terbaik bagi rumah Anda.